DPW ALIANSI GIBRAN (GIGIH BERDAULAT NUSANTARA) Sumatera Selatan Soroti Krisis Air Bersih di Tanjung Enim, Minta PDAM dan Pemda Berikan Solusi Nyata.

Muara Enim, Jim”at, 23 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Ketua DPW ALIANSI GIBRAN (GIGIH BERDAULAT NUSANTARA), ADRIAN PRATAMA, Soroti Permasalahan krisis air bersih di wilayah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, terus menyita perhatian publik. Aliansi Gibran menyuarakan keprihatinan mendalam atas kesulitan masyarakat dalam mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Melalui seruan resminya, Aliansi Gibran menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi, bukan barang mewah yang harus diperjuangkan setiap hari. Setiap hari warga tetap harus mandi, memasak, mencuci, dan memenuhi kebutuhan keluarga di tengah ketidak pastian pasokan air bersih.

Menanggapi kondisi tersebut, Aliansi Gibran meminta PDAM Cabang Tanjung Enim dan Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim untuk segera mengambil langkah kongkret melalui empat tuntutan utama:

  1. Jadwal Distribusi yang Jelas: Meminta kepastian dan keteraturan jadwal penyaluran air bersih kepada masyarakat.
  2. Perbaikan Infrastruktur PDAM: Melakukan pembenahan dan perbaikan jaringan infrastruktur penyediaan air minum secara menyeluruh.
  3. Bantuan Air Tangki Darurat: Menyediakan tangki air bersih darurat untuk wilayah-wilayah yang terdampak parah.
  4. Keterbukaan Informasi: Menyampaikan informasi secara transparan dan terbuka kepada masyarakat terkait kendala maupun penanganan pasokan air.

Aliansi Gibran menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kepentingan masyarakat Tanjung Enim dengan menyajikan fakta serta rasa kepedulian hingga krisis air bersih ini mendapatkan solusi yang konkret dari pihak berwenang.

Redaksi

Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Laksanakan Program Pendidikan Kesetaraan PKBM Paket C Setara SMA bagi Warga Binaan.

Tanjing Pura – Sumatera Utara, Jum”at, 23 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket C yang setara dengan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang bertujuan memberikan kesempatan belajar kepada warga binaan agar tidak tertinggal dalam bidang pendidikan, meskipun sedang menjalani masa penahanan maupun pidana.

Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjung Pura berkomitmen mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya menekankan pembinaan, tetapi juga membekali warga binaan dengan pengetahuan dan ijazah yang bermanfaat bagi masa depan mereka setelah kembali ke tengah masyarakat. Jumat (23/10)

Kegiatan belajar mengajar ini diikuti oleh tujuh orang warga binaan yang antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Mata pelajaran yang dipelajari meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan Pendidikan Agama. Setiap mata pelajaran dilaksanakan dengan alokasi waktu 45 menit, sehingga proses belajar berlangsung terarah, efektif, dan tetap memberikan ruang bagi warga binaan untuk memahami materi dengan baik.

Adapun tenaga pengajar dalam kegiatan ini adalah empat orang peserta magang yang dengan penuh dedikasi membagikan ilmu dan pengalaman mereka kepada para warga binaan. Kehadiran peserta magang tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang positif antara dunia pendidikan dan lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memberikan pengalaman mengajar yang berharga bagi mereka. Suasana belajar yang akrab dan saling menghargai turut menumbuhkan semangat warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Demi menjaga keamanan dan ketertiban, seluruh kegiatan pembelajaran tetap berada dalam pengawasan staf yang bertugas serta personel Regu Pengamanan (Rupam) Rutan Tanjung Pura.Dengan sinergi antara petugas, pengajar, dan warga binaan, program PKBM Paket C ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi langkah nyata dalam membangun pribadi warga binaan yang lebih baik, berpengetahuan, dan siap kembali berperan positif di masyarakat.

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

Perkuat Program Ketahanan Pangan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Laksanakan Penambahan 70 Ekor Ayam Petelur Tahap II.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Jum”at, 23 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura kembali melaksanakan penambahan ayam petelur sebanyak 70 ekor sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang terus dikembangkan di lingkungan rutan. Penambahan ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya Rutan Tanjung Pura memasukkan sebanyak 200 ekor ayam petelur pada tahap pertama.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Rutan Tanjung Pura dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya yang ada di lingkungan pemasyarakatan. Jumat (23/10)

Ayam petelur yang dimasukkan pada tahap kedua ini merupakan ayam yang sudah siap bertelur, sehingga proses produksi telur dapat segera berjalan tanpa harus menunggu masa pertumbuhan yang panjang. Dengan kondisi tersebut, hasil produksi diharapkan dapat lebih cepat dirasakan manfaatnya, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan rutan maupun sebagai sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan di bidang peternakan.

Setelah ayam-ayam tersebut dimasukkan ke dalam kandang, dilakukan penyuntikan kepada seluruh ayam petelur yang ada, baik ayam tahap pertama maupun tahap kedua. Penyuntikan ini bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran ayam agar tetap prima, terhindar dari penyakit, serta mampu berproduksi secara optimal. Perawatan yang dilakukan secara menyeluruh ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan program ketahanan pangan di Rutan Tanjung Pura.

Dengan adanya penambahan tersebut, total ayam petelur yang kini dipelihara di Rutan Kelas IIB Tanjung Pura berjumlah 270 ekor. Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat nyata, mulai dari tersedianya sumber pangan bergizi, penghematan kebutuhan konsumsi, hingga pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar kelak siap mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, Rutan Tanjung Pura berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan ini secara berkelanjutan

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

MEMPERKUAT IMAN DAN MEMBANGUN KARAKTER RUTAN KELAS IIB TANJUNG PURA KEMBALI LAKSANAKANPEMBINAAN KEROHANIAN RUTIN DI GEREJA DAN TAUSIAH DI MASJID.

Tamjung Pura – Sumatera Utara, Kamis,22 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rutan Tanjung Pura melaksanakan pembinaan kerohanian bagi warga binaan yang beragama Kristen di gereja yang berada di lingkungan rutan. Pembinaan rohani ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk memperdalam iman, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Rabu (21/10)

Kegiatan pembinaan di gereja berlangsung dengan khidmat dan tertib. Warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dan pembinaan rohani dengan antusias. Pembinaan yang dilakukan secara rutin ini diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan agar memiliki ketenangan batin, sikap yang positif, dan kesiapan mental untuk kembali ke tengah masyarakat.Kegiatan ini tetap dikawal ketat oleh para regu jaga yang sedang bertugas.

Selain di gereja, pembinaan kerohanian juga dilaksanakan bagi warga binaan yang beragama Islam melalui kegiatan tausiah yang menghadirkan penceramah dari Kementerian Agama Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memisahkan warga binaan pria dan wanita. Warga binaan pria mengikuti tausiah di masjid, sedangkan warga binaan wanita mengikuti tausiah di blok hunian wanita.

Dalam tausiah tersebut, penceramah menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang berisi ajakan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, bertobat, serta memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan khusyuk. Kehadiran penceramah dari Kemenag Kabupaten Langkat diharapkan dapat memberikan motivasi dan ketenangan batin bagi seluruh warga binaan.

Melalui pembinaan kerohanian ini, Rutan Tanjung Pura berharap warga binaan semakin dekat dengan Tuhan, memiliki akhlak dan moral yang baik, serta siap menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah bebas nanti.

Rutan Tanjung Pura juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Langkat atas dukungan dan kerja samanya dalam pelaksanaan pembinaan kerohanian ini. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin demi mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berintegritas.

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

Wujudkan Kemandirian Pangan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Panen 30 Kilogram Daun Singkong dari Lahan Ketahanan Pangan.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Kamis,22 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan panen daun singkong di lahan ketahanan pangan yang berada di lingkungan rutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang terus dikembangkan sebagai wujud pemanfaatan lahan secara produktif. Melalui program tersebut, Rutan Tanjung Pura berupaya menghadirkan sumber pangan yang dikelola secara mandiri dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kebutuhan di dalam rutan. Kamis (22/10)

Pemanenan dilakukan oleh peserta magang Rutan Tanjung Pura bersama staf yang bertugas pada bagian tersebut. Para peserta magang terlibat langsung dalam proses pemetikan daun singkong dengan pendampingan dari staf agar kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai teknik yang benar. Dari kegiatan panen ini, diperoleh hasil sebanyak 30 kilogram daun singkong. Capaian tersebut menunjukkan bahwa lahan ketahanan pangan rutan dikelola dengan baik dan mampu memberikan hasil yang bermanfaat.

Seluruh hasil panen selanjutnya akan dijual ke dapur Rutan Tanjung Pura untuk memenuhi kebutuhan makanan warga binaan. Dengan mekanisme ini, hasil dari lahan ketahanan pangan dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan olahan menu harian, sehingga warga binaan memperoleh sajian yang segar. Selain itu, pemanfaatan hasil panen secara internal juga membantu rutan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan secara lebih mandiri dan efisien.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta magang untuk memahami proses pengelolaan pertanian, mulai dari perawatan tanaman hingga pemanenan. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, peserta magang dapat menambah wawasan dan keterampilan serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Ke depan, Rutan Tanjung Pura berkomitmen untuk terus mengelola lahan ketahanan pangan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan rutan.

Simber : himas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

Upaya Berkelanjutan Mendukung Program Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura Laksanakan Pemindahan Bibit Sawi ke Media Hidroponik.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Kamis, 22 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan pemindahan bibit sawi ke media tanam hidroponik di lahan ketahanan pangan milik rutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan program ketahanan pangan yang terus digalakkan di lingkungan Rutan Tanjung Pura. Melalui pemanfaatan lahan secara optimal, rutan berupaya menghadirkan kegiatan produktif yang bermanfaat, sekaligus mendukung kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan. Kamis (22/10)

Pemindahan bibit dilakukan bersama peserta magang dan staf yang bertugas pada bagian tersebut. Sebelum dipindahkan, bibit sawi terlebih dahulu melalui tahap penyemaian dan dibiarkan tumbuh hingga mencapai ukuran yang cukup kuat. Tahapan ini penting karena bibit yang masih terlalu kecil memiliki akar yang belum siap dan mudah rusak saat dipindahkan, sehingga pemindahan hanya dilakukan setelah bibit tumbuh cukup besar dan memiliki ketahanan yang baik. Dengan perlakuan yang tepat, tanaman diharapkan dapat beradaptasi dengan media hidroponik dan tumbuh secara optimal.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta magang untuk memahami langkah-langkah budidaya tanaman secara hidroponik, mulai dari penyemaian, pemindahan bibit, hingga perawatan tanaman. Pendampingan langsung dari staf yang bertugas memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur dan teknik yang benar. Selain menambah wawasan dan keterampilan, kegiatan ini turut menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim dalam menjalankan tugas.

Ke depan, Rutan Tanjung Pura berkomitmen untuk melanjutkan penanaman sawi hidroponik secara berkesinambungan agar lahan ketahanan pangan dapat terus produktif. Perawatan tanaman akan dilakukan secara rutin, mulai dari pemantauan nutrisi, pengecekan kondisi tanaman, hingga penanganan hama, sehingga hasil panen dapat maksimal. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan, sebagai penunjang ketahanan pangan maupun sebagai sarana pembinaan kemandirian.

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

PROGRAM REHABILITASI DAN REEDUKASI,RUTAN KELAS IIB TANJUNG PURA KEMBALI LAKSANAKAN ASESMEN BAGI 73 WARGA BINAAN.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Rabu, 21 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rutan Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan asesmen terhadap 73 warga binaan sebagai bagian dari persiapan Program Rehabilitasi dan Reedukasi dalam rangka penanganan overcrowding. Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah, dengan sasaran narapidana berusia 18 sampai dengan 45 tahun. Rabu (21/10)

Tidak semua narapidana dapat mengikuti program ini. Kriteria pengecualian meliputi narapidana tindak pidana korupsi, perlindungan anak, kekerasan seksual, kesusilaan, pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan kematian, serta terorisme kategori merah berdasarkan rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Pengecualian juga berlaku bagi narapidana seumur hidup, pidana mati, residivis, warga negara asing, narapidana yang menjalani sisa pidana akibat pencabutan integrasi, narapidana yang menjalani pidana kurungan atau penjara pengganti denda, uang pengganti, atau restitusi, narapidana perempuan, dan anak binaan.

Dalam pelaksanaannya, asesmen dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari screening administratif hingga penilaian kesehatan, risiko/stabilitas, minat dan bakat, motivasi/kesiapan berubah, serta sikap dan kapasitas kerja. Seluruh proses menggunakan instrumen asesmen yang telah ditetapkan agar berjalan teliti, objektif, dan akuntabel.

Hasilnya diklasifikasikan ke dalam kategori Layak, Layak Bersyarat, Ditunda, atau Tidak Layak, yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Asesmen dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Asesmen yang terdiri atas asesor, petugas UPT, tenaga kesehatan, dan Pembimbing Kemasyarakatan.

Melalui pelaksanaan asesmen ini, Rutan Tanjung Pura berharap Program Rehabilitasi dan Reedukasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, sehingga warga binaan yang memenuhi kriteria memperoleh pembinaan sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing.

Rutan juga berharap program ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam penanganan overcrowding, sekaligus mendorong warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, seluruh jajaran berharap proses asesmen, pengusulan, hingga verifikasi dapat berlangsung teliti, objektif, dan akuntabel, serta mendapat dukungan dari semua pihak demi terwujudnya pemasyarakatan yang semakin humanis dan berintegritas

Sumber : Humas, Rutan Tanjung Pura

Redaksi

WUJUDKAN PELAYANAN BERSIH DAN TRANSPARAN RUTAN KELAS IIB TANJUNG PURA IKUTI VERIFIKASI LAPANGAN NOMINASI ANUGERAH PEMBANGUNAN BUDAYA INTEGRITAS SECARA DARING.

Tanjung Pura – Sumatera Utara, Rabu. 21 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Rutan Kelas IIB Tanjung Pura berhasil masuk dalam jajaran nominasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI). Sebagai tahap penilaian, Rutan Tanjung Pura menjalani Verifikasi Lapangan yang digelar oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara daring melalui Zoom.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Rutan, para pejabat struktural, dan seluruh jajaran pegawai, atau seluruh anggota kelompok kerja (pokja), sebagai wujud kesungguhan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Rabu (21/10)

Acara dimulai dengan sambutan pembuka dari Tim Inspektorat Jenderal, kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai pembangunan Zona Integritas yang disampaikan oleh Kepala Rutan. Setelahnya, tim penilai melakukan peninjauan lingkungan kerja secara virtual (office tour) yang dipandu langsung oleh pegawai Rutan Tanjung Pura.

Dalam sesi ini, tim menelusuri seluruh layanan kunjungan beserta alur pelayanannya, serta berdialog dengan para pengunjung, operator Layanan Integrasi Online,Regu Pengamanan ,operator survei mengenai inovasi layanan yang ada diRutanTanjung Pura.

Rangkaian acara ditutup dengan diskusi bersama Kepala Rutan Tanjung Pura, Fransisco Pandia, seputar penerapan pembangunan Zona Integritas di lingkungan Rutan Tanjung Pura. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk menggali lebih dalam upaya yang telah dilakukan, sekaligus bagi jajaran rutan untuk menyampaikan komitmen dan langkah nyata dalam membangun pelayanan yang bersih dan berintegritas.

Lewat verifikasi ini, Rutan Tanjung Pura menegaskan tekadnya untuk terus menanamkan budaya integritas, menaikkan mutu pelayanan publik, dan menghadirkan layanan yang profesional, bersih, serta bebas dari praktik korupsi. Upaya ini diharapkan menjadi langkah berkesinambungan dalam menyajikan layanan pemasyarakatan yang makin berkualitas dan mengutamakan kepuasan masyarakat.

Sumber : Humas, Rutan Tamjung Pura

Redaksi

Ketua Himmah Sumut Mahdayan Tanjung Apresiasi Camat Bilah Hilir, Raih Juara II Kecamatan Terbaik di HUT ke- 81 Pemkab Labuhanbatu.

Medan – Sumatera Utara, Rabu, 21 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (PW HIMMAH Sumut) menyampaikan apresiasi kepada Camat Bilah Hilir atas keberhasilan meraih Juara II Lomba Kecamatan Terbaik dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81 Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (18/10/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Mahdayan Tanjung, Wakil Ketua PW HIMMAH Sumut, putra asli Bilah Hilir, yang menilai capaian ini patut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Menurut Mahdayan, prestasi tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan Bilah Hilir untuk terus berbenah, memperkuat kedisiplinan, serta menghadirkan pelayanan yang transparan, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Sebagai putra asli Bilah Hilir, saya bangga atas capaian ini. Kami dari PW HIMMAH Sumut mengapresiasi kerja keras Camat Bilah Hilir beserta seluruh jajaran. Namun, prestasi ini jangan hanya menjadi kebanggaan seremonial, melainkan harus dibuktikan melalui pelayanan yang semakin baik dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Mahdayan.

Ia juga berharap capaian tersebut menjadi awal untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, ketertiban administrasi, pemerataan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Bilah Hilir.

PW HIMMAH Sumut menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah kecamatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dukungan tersebut akan berjalan seiring dengan komitmen mahasiswa untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan pemerintah adalah ketika masyarakat merasakan manfaat nyata dari setiap program dan kebijakan. Pertahankan prestasi, tingkatkan pengabdian, dan jadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas,” tutup Mahdayan.

Willyam Pasaribu

Asap Karhutla Sampai Ke Medan, Ketua IMM Medan Rais Prayogo Desak Pemerintah Pusat Bergerak Cepat.

Medan – Sumatera Utara, Rabu, 21 Oktober 2026 – kabarbangsa.my.id

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan kembali menjadi sorotan setelah kabut asap menyelimuti Kota Medan, Minggu (18/10/2026).

Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan, Rais Prayogo, mendesak pemerintah pusat mempercepat penanganan kebakaran agar dampaknya tidak semakin meluas ke wilayah lain.

Menurut Rais, kabut asap yang mencapai Medan menunjukkan bahwa karhutla bukan semata persoalan daerah tempat kebakaran terjadi. Dampaknya dapat melintasi batas wilayah dan mengancam kesehatan masyarakat yang berada jauh dari sumber api.

“Jangan sampai masyarakat di Medan harus menghirup asap dari kebakaran yang terjadi ratusan bahkan ribuan kilometer dari sini. Ini menunjukkan bahwa persoalan karhutla bukan persoalan lokal, tetapi persoalan nasional yang membutuhkan respons serius dari pemerintah pusat,” tegas Rais.

Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi. Pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada penanganan dampak asap setelah menyebar, tetapi juga harus memastikan sumber kebakaran dapat dikendalikan.

“Kami mendesak pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat. Jangan hanya sibuk menangani dampak ketika asap sudah menyebar ke daerah lain. Sumber kebakarannya juga harus ditangani secara serius dan tuntas,” katanya.

Rais menegaskan, lambannya penanganan kebakaran berisiko membuat masyarakat di berbagai daerah terus menanggung dampak yang sama. Karena itu, upaya pemadaman harus disertai pencegahan kebakaran berulang serta penegakan hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan.

“Pemerintah harus hadir bukan hanya ketika masyarakat sudah terdampak. Negara harus hadir sejak kebakaran terjadi, memastikan api dipadamkan, mencegah kebakaran meluas, dan menindak tegas apabila ditemukan unsur kesengajaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap, PC IMM Kota Medan membagikan ribuan masker di sejumlah titik aktivitas warga pada Minggu (18/10/2026).

Rais mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keterlibatan langsung mahasiswa dalam merespons persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

“Ini bukan sekadar aksi membagikan masker. Kami ingin menunjukkan bahwa ketika masyarakat mulai kesulitan mendapatkan udara yang sehat, mahasiswa tidak boleh hanya diam dan melihat dari jauh,” ujar Rais.

Di sisi lain, informasi dari pemerintah daerah menyebutkan kabut asap yang mencapai Sumatera Utara berasal dari luar wilayah akibat pergerakan angin. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara juga sebelumnya memastikan tidak terdapat titik panas karhutla di wilayah Sumut dalam pemantauan terakhir.

Bagi IMM Kota Medan, kondisi tersebut memperkuat pentingnya koordinasi lintas daerah dalam menangani karhutla. Penanganan tidak cukup dilakukan secara sektoral karena dampak kebakaran dapat dirasakan oleh masyarakat di provinsi lain.

Rais berharap pemerintah pusat memperkuat langkah penanganan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemadaman, pencegahan, pengawasan kawasan rawan kebakaran, hingga penindakan terhadap pihak yang terbukti melanggar hukum.

IMM Kota Medan menyatakan akan terus mendorong perhatian serius terhadap persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah diharapkan tidak hanya merespons ketika kabut asap telah meluas, tetapi juga memastikan langkah pencegahan dan penanganan berjalan efektif sejak awal.

Willyam Pasaribu